Pelatihan Aplikasi LCK/RAPORT K-13

LCK K13Sehubungan banyaknya permintaan mengenai petunjuk penggunaan Aplikasi Raport/LCK Kurikulum 2013 maka AGTIFINDO.ORG membuka Pelatihan Aplikasi Laporan Capaian Kompetensi (LCK) / Raport Kurikulum 2013 secara online, silahkan daftarkan diri atau sekolah anda di portal pembelajaran/e-learning http://belajar.agtifindo.org. Pelatihan tersebut terbuka untuk semua guru mata pelajaran (Umum) jenjang SMP/SMA/SMK dengan syarat memberikan Infak/Donasi Sukarela melalui Bank Mandiri No Rek. 133 001 071 2099 an. Siti Khodijah Dewi Utari, lalu mengirimkan bukti Infax/Donasi ke fr.rachim@gmail.com. INFO lengkap CALL 08125838993.

KONGRES & BIMTEK GURU TIK/KKPI

Logo AgtifindoSalah satu hasil dari Musyawarah Nasional Guru Teknologi Infromasi dan Insan TIK beberapa waktu lalu adalah penyelenggaraan Kongres AGTIFINDO. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Bimbingan Teknis bagi Guru TIK/KKPI sekaligus Rapat Kerja Nasional. Adapun  tujuan dari kegiatan ini demi terwujudnya satu kesatuan sesama guru dan penggiat bidang teknologi informasi di Indonesia, agar terjalin kerjasama, silatuhrahmi, sharing informasi demi peningkatan kompetensi diri, anggota dan peserta didik di penjuru negeri.  

Adapun kegiatan Kongres AGTIFINDO ini berlangsung dari tanggal 29 s.d 31 Agustus 2014 dan Pembukaannya akan dilaksanakan pada Jum’at, 29 Agustus 2014 Pukul 13.00 s.d Selesai bertempat di Auditorium SMAN 54, Jl. Jatinegara Timur IV, Komplek Pendidikan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.

Acara :  
1.   Pelantikan Badan Pengurus Organisasi AGTIFINDO Pusat
2.   Pelantikan Pengurus AGTIFINDO Daerah (Prov/Kota/Kab)
3.   Pengesahan AD/ART AGTIFINDO
4.   Kuliah Umum (PTN/PTS, Google, Edupac, Acer, BPSDM dan APKASI)
5.   Rapat Kerja Nasional AGTIFINDO
6.   Bimtek / Workshop :
     -  Perangkat dan Teknis Layanan TIK sesuai Permen 68 Tahun 2014
     -  Aplikasi LCK/Raport Kurikulum 2013 Jenjang SMP/SMA/SMK sederajat

Bagi pengurus,anggota dan peninjau (umum) yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat melakukan registrasi dengan cara :
1. Mengisi Formulir Registrasi Peserta di http://agtifindo.org/content/registrasi-peserta
2. Membayar biaya/kontribusi sebesar :
   - Rp.250.000,- (Penginapan 1 hari, Makan 3X, Snack 3X, Sertifikat) untuk luar kota
   - Rp.150.000,- (Makan 2X, Snack 3X, Sertifikat) untuk dalam kota
3. Sertifikat bentuknya digital/pdf sebanyak 3 buah
4. Bukti transaksi/transfer di kirim/upload melalui http://agtifindo.org/content/upload-bukti-donasi

Bagi Anggota AGTIFINDO di Daerah (Prov/Kab/Kota) yang telah membentuk AGTIFINDO Daerah dapat membawa Struktur Kepengurusan AGTIFINDO di daerahnya pada saat Kongres untuk ditandatangani sekaligus dilantik di Jakarta. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung melalui Group Agtifindo atau Contact Person (CP) dibawah ini.

http://www.agtifindo.org/
CP.Pak Jojo HP.081284141688
CP.Pak Syarifudin HP.085313345914
CP.Pak Fathur HP.08125838993
CP.Pak Catur HP.02144555903
CP.Bu Dewi HP.082112015573

Kurikulum 2013 : Raport / LHBS (LCK)

Penerapan Kurikulum 2013 sejauh ini berlangsung dengan relatif baik, hanya saja sampai saat ini yang masih menjadi hambatan adalah pada sistem penilaiannya. Banyak dari para guru yang masih kebingungan mengenai pendekatan pembelajaran terlebih sistem penilainnya, meskipun diantara mereka ada beberapa yang telah mengikuti diklat Kurikulum 2013.
Nah pada kesempatan ini, penulis ingin membantu para guru, khususnya wali kelas atau pengelola administrasi akademik sekolah (BAAK/BAS) dalam pembuatan produk hilir dari penilaian yakni Raport / Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) atau Laporan Capaian Kompetensi (LCK) Peserta Didik versi Kurikulum 2013 sesuai dengan Permendikbud 81a Tahun 2013 dan SK Dirjen Dikmen tentang LCK.
Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Macro Excel sehingga Macro Excelnya harus diaktifkan atau securitynya diturunkan 1 level agar dapat berjalan dengan baik.
Sehubungan banyak yang menanyakan tentang Aplikasi ini apakah BERBAYAR ?, maka saya sampaikan bahwa Aplikasi ini 100% GRATIS untuk dipergunakan oleh seluruh sekolah baik jenjang SMP/SMA dan SMK sepanjang tidak digunakan untuk kepentingan Komersial. Dan jika berkenan mohon setelah melakukan download untuk posting Nama Sekolah pengguna untuk keperluan pendataan sekaligus melihat kebermanfaatan aplikasi ini.

1. Model Aplikasi Raport / LCK SMA dalam Excel Ver.1.1 Kurikulum 2013, Download di SINI
2. Model Aplikasi Raport / LCK SMA A4 dalam Excel Ver.1.2. Kurikulum 2013, Download di SINI
3. Model Aplikasi Raport / LCK SMA A4 Plus Mapel Insert dalam Excel Ver.1.3. Kurikulum 2013, Download di SINI
4. Model Aplikasi Raport / LCK SMA A4 Plus Mapel Insert dalam Excel Ver.1.4. Kurikulum 2013 (Terdapat Revisi Nilai Konversi Grade Rendah) , Download di SINI
5. Format Penilaian Guru Mata Pelajaran dalam Excel Ver.1.1. Untuk SMA Kurikulum 2013, Download di SINI
6. Model Aplikasi Raport / LCK SMP dalam Excel ver.1 Kurikulum 2013, Download di SINI
7. Model Aplikasi Raport / LCK SMP dalam Excel ver.1.2 Kurikulum 2013, Download di SINI
8. Model Aplikasi Raport / LCK SMP dalam Excel ver.1.3 Kurikulum 2013 (Terdapat Revisi Nilai Konversi Grade Rendah), Download di SINI
9. Model Aplikasi Raport / LCK SMP dalam Excel ver.1.5 Kurikulum 2013 (Penambahan 2 Opsi Mulok), Download di SINI
10. Model Aplikasi Raport / LCK SMK F4 dalam Excel Ver.1 Kurikulum 2013, Download di SINI
11. Model Aplikasi Raport / LCK SMK F4 dalam Excel Ver.1.2 Kurikulum 2013 (Terdapat Revisi Nilai Konversi Grade Rendah), Download di SINI

Untuk Proses Pembelajaran dan Penilaian Lainnya akan segera saya Postingkan dalam waktu dekat (moga ada waktu dan kesempatan yang cukup). :)

Implikasi Hilangnya TIK - KKPI di Kurikulum 2013

Dalam kegiatan Sosialisasi Kurikulum 2013 yang dilanjutkan dengan Workshop Implikasi Kurikulum 2013 yang diadakan di Balikpapan pada tanggal 1 hingga 5 Maret 2013, semakin tergambar jelas bahwa Mata Pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk SD, SMP dan SMA serta Mata Pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) untuk SMK di pastikan akan hilang dalam Kurikulum 2013.
Beberapa alasan yang terungkap mengapa TIK/KKPI hilang dari Kurikulum 2013 ketika dialog dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (WAMEN) bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) diantaranya :
1. "Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…"
2. TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain
3. Pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan
4. Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya
5. Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah
Secara normatif alasan-alasan tersebut bisa saja diterima, namun tahukah anda dialog yang terjadi diluar forum resmi tersebut, semua alasan tersebut dapat terbantahkan oleh teman-teman dalam dialog “liar” yang diadakan setelah selesai kegiatan tersebut.
Jika alasannya karena “Anak TK / SD sudah bisa main game dikomputer dan berinternet ria”, maka jika ada yang berpendapat Anak TK/SD pun sudah bisa berbahasa Indonesia karena mereka adalah orang Indonesia, jadi tidak perlu lagi ada Pelajaran Bahasa Indonesia di TK/SD atau tidak perlu lagi ada pelajaran Olahraga karena cukup kasih bola atau buatkan selorotan maka anak sudah berolah raga.
Darimana anak TK/SD bisa main game dan berinternetan ? Bagaimana cara memanfaatkan TIK dengan baik dan benar ? Bagaimana etika penggunaan TIK dst… sulit bahkan tidak bisa didapatkan mereka dengan autodidak.
Pembelajaran abad 21 yang mengarah ke Literacy Informasi mempersyaratkan untuk berbasiskan ICT/TIK, TIK sebagai alat bantu guru dalam mengajar dengan TIK sebagai sebuah mata pelajaran adalah dua hal yang berbeda. Ketika TIK/KKPI bukan lagi sebagai mata pelajaran maka pekerjaan guru akan bertambah, misalnya saja ketika guru bahasa Indonesia memberi tugas kepada siswa untuk membuat laporan deskriptif, disamping mengajarkan teori/materinya tentang bentuk – bentuk laporan deskriptif, guru juga harus mengajarkan bagaimana cara mengetik dan membuat laporan tersebut dikomputer, Inilah yang disebut integratif. Sekarang bagaimana kalau logikanya dibalik, Guru TIK mengajarkan anak-anak cara mengetik di Pengolah Kata (Word misalnya) dan sebagai bahannya bisa berupa laporan deskriptif yang dicari siswa di internet. Singkat kata pelajaran bahasa Indonesia secara keilmuwan juga tidak diperlukan lagi.
Jika TIK/KKPI dianggap akan memberatkan pemerintah karena implikasinya pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarananya maka terkesan pemerintah ingin lepas dari tanggungjawab karena kemanakah anggaran pendidikan yang 20% itu. Padahal jiga logikanya dibalik, karena adanya matapelajaran TIK beberapa tahun terakhir sebagai stimulus bahkan membawa revolusi didalam dunia pendidikan dan pembelajaran, maka TIK akan tetap dipertahankan dan pemerintah akan menganggarkannya, terlebih TIK menjadi persyaratan pergaulan di abad 21 ini, sehinga untuk mengejar ketertinggalan TIK akan dikedepankan tidak hanya sebagai media pembelajaran tetapi sebagai mata pelajaran seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 19.
Dengan adanya TIK sebagai mata pelajaran maka pemerintah secara tidak langsung akan dipaksa untuk membangun infrastruktur listrik dan mengalirkannya hingga pedesaan. Dengan demikian Indonesia akan maju semakin pesat.
Tahukah anda alasan sesungguhnya dibalik RAIBnya TIK dari Kurikulum 2013 ??? Kami mencoba menelusuri Draft Kurikulum 2013 versi terkini (Maret 2013), salah satunya adalah terdapat mata pelajaran prakarya dan lintas peminatan. Ada tambahan beban belajar bagi siswa dan hal tersebut berakibat harus ada matapelajaran yang dihilangkan.
Satu-satunya mata pelajaran yang tingkat resistensinya paling rendah jika harus dihilangkan adalah “TIK/KKPI”, Mengapa ? TIK/KKPI adalah mata pelajaran paling muda dalam struktur kurikulum 2006, sehingga jika “dibunuh” dampaknya tidak akan terlalu besar (kalau yang dihilangkan sejarah/olahraga/lainnya tentu tidak akan berani) mengingat jumlah guru TIK/KKPI murni hanya berkisar 15%, sedangkan 85% sisanya akan dikembalikan ke mata pelajaran induk. Namun terfikirkankah mengapa guru Fisika mengajar mata pelajaran TIK, mungkin sebagian karena tidak adanya guru TIK, namun tidak sedikit pula dikarenakan gurunya berlebih sehingga jika harus balik ke mata pelajaran induk akan menjadi masalah baru. Meskipun akan ada revisi terhadap PP 74 mengenai beban kerja guru, tapi kita tidak tau seperti apakah revisinya.
Disisi lain, hilangnya TIK/KKPI dari kurikulum 2013 tidak hanya akan “membunuh” secara perlahan mata pelajaran TIK (kelas 8,9,11,12 masih ada TIK), akan tetapi akan “membunuh” calon-calon guru TIK yang saat ini sedang dididik di berbagai LPTK(Perguruan Tinggi) seperti di FKIP Universitas Mulawarman yang saat ini membuka Jurusan tersebut. Calon-calon guru TIK ini belum sempat dilahirkan oleh LPTK sudah terancam akan “di aborsi” masal.
Dalam Kurikulum 2013 khususnya di SMA/SMK terdapat peminatan IPA, IPS, Bahasa. Mengapa tidak diberikan peluang ada peminatan TIK, karena tidak sedikit siswa yang ketika lulus dari SMA/SMK langsung bekerja di bidang yang memerlukan penguasaan TIK, dan tidak sedikit pula yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan komputer dan informatika atau sejenisnya.
Saat ini belum saatnya mapel TIK/KKPI hilang, paling tidak untuk tingkat SMA/MA/SMK, Bagaimana menurut Anda???

Guru dan Kurikulum 2013

Ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013. Apa saja? Pertama, kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar (baca: kompetensi pedagogi/akademik). Didalamnya terkait dengan metodologi pembelajaran, yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-ratanya 44,46.
Categories: 

Kurikulum 2013, Mata Pelajaran Dikembangkan Berdasarkan Kompetensi

Perubahan kurikulum adalah pekerjaan besar. Berubahnya kurikulum akan merubah empat aspek yang terkait di dalamnya, yaitu standar isi, standar proses, standar kelulusan, dan standar penilaian. Setelah berubah pun, kurikulum bukanlah hanya sebagai pajangan, tap harus diterjemahkan lagi dalam buku pengantar pelajaran yang akan disampaikan ke siswa. Tentang standar lulusan, perubahan akan tergambar dari soft skill dan hard skill yang diterjemahkan sebagai kompetensi para lulusan.

Categories: 

Pages